Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tani Preneur » Kementan Jaga Ketahanan Pangan ASEAN dengan Pemanfaatan Lahan Pekarangan

Kementan Jaga Ketahanan Pangan ASEAN dengan Pemanfaatan Lahan Pekarangan

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 23 Jun 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Pertanian (BPPSDMP) kembali menyelenggarakan workshop tingkat ASEAN di tahun ini. Workshop kali ini berjudul Workshop on the Development of Draft of Guideline on Home Yard Food Garden Area, dilaksanakan Rabu (22/06/2022) dengan jumlah peserta sebanyak 28 orang yang berasal dari 7 negara ASEAN.

Workshop on the Development of Draft of Guideline on Home Yard Food Garden Area merupakan inisiatif Indonesia pada pertemuan ASEAN Ministers of Agriculture and Forestry (AMAF) tahun 2021 lalu, yang mendapatkan respon positif dari negara anggota ASEAN lainnya dan disetujui untuk ditindaklanjuti di ASEAN Working Group on Agricultural Training and Extension (AWGATE).

Menurut Sekretaris BPPSDMP Siti Munifah selaku Indonesia AWGATE Focal Point mengatakan bahwa untuk menjaga ketahanan pangan di ASEAN diperlukan usaha seluruh lapisan masyarakat, termasuk di kalangan keluarga.

Munifah menambahkan, jika saat ini banyak keluarga yang memiliki pekarangan tetapi belum dioptimalisasikan dengan baik. Berdasarkan data World Food Program tahun 2021 menunjukkan bahwa pemanfaatan pekarangan memberikan pengaruh yang signifikan pada pengurangan biaya kebutuhan pangan rumah tangga sekitar 25-47%, sehingga optimalisasi pekarangan rumah yang melibatkan seluruh anggota keluarga dapat memberikan dampak pengurangan tingkat kemiskinan, ujarnya.

Hal ini sejalan dengan kebijakan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, yang dalam beberapa kesempatan terus mengajak masyarakat untuk bergerak memanfaatkan lahan yang ada. “Dalam kondisi krisis seperti Covid-19 ini, pertanian menjadi jawaban untuk bisa survive. Tidak perlu lahan besar, kita manfaatkan lahan di pekarangan kita. Jadi di pekarangan ini semua orang bisa bertani”, ujarnya.

Ajakan bertani di pekarangan pun juga sudah sering diserukan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi jika Pengembangan Program Pangan Lestari adalah solusi tepat dalam memanfaatkan sumber pangan dari pekarangan sekaligus menangkal pandemi corona dari kegiatan bertani.

Dedi juga mengajak semua komponen masyarakat, perusahaan swasta dan praktisi untuk bekerja sama dalam menggarap pertanian dari hulu hingga hilir. Ini dilakukan guna memenuhi ketersediaan pangan dan disaat yang sama mendorong perekonomian

Guna memperkaya draft Guideline on Home Yard Food Garden Area, dihadirkan tiga orang pembicara yang ahli di bidang pertanian yaitu Mr. Pierre Ferrand dari FAO Regional Asia dan Pasifik; Ms. Nemielynn Pangilinan dari Agriculture Training Institute, Filipina dan Ibu Rinna Syawal dari Badan Pangan Nasional, Indonesia yang dimoderatori oleh Dr. Ranny Mutiara.

Peserta sangat antusias dalam mengikuti workshop dan mereka percaya bahwa pemanfaatan pekarangan sangat sesuai dengan keadaan saat ini. Karena hal ini dapat dilakukan oleh siapapun tanpa memandang gender dan peserta sepakat jika diperlukan kebijakan tingkat ASEAN untuk menangani isu pemanfaatan pekarangan. (RI/NF)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Manfaat Lidah Buaya untuk Rambut yang Menakjubkan: Mengatasi Masalah Rambut Secara Alami

    Tanaman Lidah Buaya Sebagai Obat Alami Ambeien, Ini Cara Menanamnya

    • calendar_month Minggu, 26 Feb 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 9Komentar

    Tanaman lidah buaya ini secara umum lebih sering digunakan untuk kesuburan rambut. Tak hanya itu, ternyata lidah buaya ini bisa juga berguna untuk mengobati ambeien. Zat antioksidan yang ada dalam tanaman lidah buaya ini dapat mengobati ambeien secara alami. Jadi, salah satu obat ambeien alami dari tumbuhan adalah lidah buaya. Untuk mengonsumi sebagai tanaman obat […]

  • Tim Ekspedisi dari Cagar Alam Bukit Sapat Hawung di Kabupaten Murung Raya, menemukan spesies anggrek jenis baru dari genus Bulbophyllum.

    Tim Ekspedisi Temukan Spesies Anggrek Baru di Bukit Sapat Hawung, Kalimantan Tengah

    • calendar_month Jumat, 6 Sep 2024
    • account_circle redaksi
    • 3Komentar

    wartanionline.com – Tim Ekspedisi dari Cagar Alam Bukit Sapat Hawung di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, berhasil menemukan spesies anggrek jenis baru dari genus Bulbophyllum. Spesies ini dinamai Bulbophyllum sapathawungense, yang menjadi tambahan penting bagi kekayaan hayati Indonesia, terutama di wilayah yang dikenal memiliki salah satu keanekaragaman hayati tertinggi di negara ini. Spesies baru ini […]

  • Tanaman Hias

    Tanaman Hias Pemikat Ular, Ini Daftar yang Perlu Diwaspadai

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    wartanionline.com – Kehadiran ular di area permukiman manusia bukanlah hal yang langka, terutama ketika habitat alaminya, seperti hutan dan lahan terbuka, mulai berkurang akibat alih fungsi lahan. Ular yang secara naluriah menghindari manusia bisa saja muncul di sekitar rumah untuk mencari makanan atau tempat berlindung yang nyaman. Salah satu faktor yang secara tidak disadari dapat […]

  • Libatkan Petani Millenial Kementan Kembangkan Klaster Kakao di Sulsel

    Libatkan Petani Millenial Kementan Kembangkan Klaster Kakao di Sulsel

    • calendar_month Selasa, 31 Okt 2023
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    BONE – Kementerian Pertanian melalui Program Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS) mendorong pengembangan klaster Kakao di Sulawesi Selatan khususnya di Kabupaten Bone dengan melibatkan peran para petani milenial. Program YESS merupakan program kerjasama Kementan dengan International Fund For Agricultural Development (IFAD) yang memfasilitasi para petani millenial dalam mengembangkan kluster kakao, dari segi pendampingan, […]

  • Beberapa penyebab daun Monstera sering menjadi layu ini adalah kekurangan air, kelebihan air hingga kekurangan sinar matahari.

    Wajib Tahu! Inilah Penyebab Daun Monstera Layu dan Cara Mengatasi dengan Mudah

    • calendar_month Rabu, 28 Jun 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 1Komentar

    Penyebab daun monstera layu dan cara mengatasinya. Monstera adalah salah satu tanaman hias yang populer karena kelebihan mudah dirawat dan sulit mati. Namun, seperti halnya tanaman lainnya, Monstera juga bisa mengalami masalah, salah satunya adalah daun yang layu atau terkulai. Daun Monstera yang layu seringkali disebabkan oleh beberapa faktor, yang paling umum adalah kelebihan air, […]

  • Tanaman Hias Termahal

    Tanaman Hias Termahal di Indonesia: Keunikan dan Harganya

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    wartanionline.com – Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati yang luar biasa, termasuk tanaman hias yang langka dan bernilai tinggi. Berikut adalah beberapa tanaman hias termahal di Indonesia, lengkap dengan keunikan dan kisaran harganya: 1. Bunga Raflesia (Rafflesia arnoldii) Bunga Raflesia adalah bunga terbesar di dunia dengan diameter mencapai 1 meter dan berat […]

expand_less