Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SDM Pertanian » Jangan Sembarangan! Ternyata Limbah Pertanian Ini Bisa Merangsang Pertumbuhan Gulma

Jangan Sembarangan! Ternyata Limbah Pertanian Ini Bisa Merangsang Pertumbuhan Gulma

  • account_circle Saiful Rachman
  • calendar_month Senin, 11 Des 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Zat berbahaya ini dapat menyebabkan kematian massal ikan dan merugikan keberlanjutan ekosistem perairan.

Dengan demikian, perlu adanya upaya untuk mengelola limbah pertanian secara bijak agar tidak merugikan ekosistem perairan.

Langkah-langkah pengelolaan yang tepat dapat membantu mengurangi risiko eutrofikasi dan mempertahankan keseimbangan ekosistem air

  • Penulis: Saiful Rachman

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara Menanam Lidah Mertua

    Inilah Cara Menanam Tanaman Lidah Mertua di Luar dan Dalam Ruangan

    • calendar_month Kamis, 10 Nov 2022
    • account_circle Saiful Rachman
    • 4Komentar

    Tapi ingat ya, penyiraman yang berlebihan ini juga dapat menyebabkan masalah-masalah yang dapat merusak tampilan lidah mertua.

  • Teknologi Modern: Memanfaatkan Bidang Pertanian Era Teknologi

    Memanfaatkan Teknologi Modern di Bidang Pertanian di Era Teknologi

    • calendar_month Rabu, 26 Jun 2024
    • account_circle redaksi
    • 4Komentar

    wartanionline.com – Dalam dekade terakhir, revolusi teknologi telah mengubah banyak sektor, termasuk pertanian. Pemanfaatan teknologi modern di bidang pertanian telah memungkinkan peningkatan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan. Artikel ini akan mengulas berbagai inovasi teknologi yang telah dan terus mengubah wajah pertanian modern. 1. Pertanian Presisi Pertanian presisi adalah aplikasi teknologi yang memungkinkan petani untuk mengukur dan […]

  • Menteri Pertanian Berharap Program CSA Berdampak Positif Pada Pertanian

    Menteri Pertanian Berharap Program CSA Berdampak Positif Pada Pertanian

    • calendar_month Rabu, 3 Agt 2022
    • account_circle redaksi
    • 2Komentar

      Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Pangkep, Kamiruddin mengatakan, program FFD merupakan bagian dari Program SIMURP. Melalui FFD diharapkan dapat meningkatkan kompetensi petani dan pengetahuan petani akan teknologi CSA.   Lewat FFD, petani dapat berbagi pengalaman sekaligus saling sharing pengenai implementasi teknologi CSA. FFD dan panen di lokasi Sekolah Lapangan (SL) juga merupakan salah […]

  • Budidaya Cacing Tanah, Menggelikan tapi Menghasilkan

    Budidaya Cacing Tanah, Menggelikan tapi Menghasilkan

    • calendar_month Selasa, 3 Okt 2023
    • account_circle Saiful Rachman
    • 1Komentar

      Untuk memulai budidayanya, beberapa hal penting yang perlu diperhatikan adalah pemilihan jenis cacing yang sesuai, penyediaan lingkungan yang tepat, dan pemeliharaan yang baik. Kondisi lingkungan seperti kelembaban, temperatur, dan kualitas media harus dijaga agar cacing tetap sehat dan produktif.   Secara keseluruhan, budidaya cacing tanah memiliki prospek yang menjanjikan karena permintaan yang tinggi dan […]

  • Kementan

    Wujudkan Swasembada Pangan, Kementan bersama Pemkab Bone Optimalkan LTT

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    wartanionline.com – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya untuk mewujudkan swasembada pangan di Indonesia. Meskipun menghadapi tantangan seperti krisis pangan global dan perubahan iklim, Mentan Amran optimistis bahwa Indonesia dapat mencapai swasembada pangan dalam waktu dekat. Salah satunya melalui penambahan luas tanam padi atau Luas Tambah Tanam (LTT). Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman […]

  • Genta

    Kementan Wujudkan Pertanian Ramah Lingkungan dengan Program Genta Organik

    • calendar_month Selasa, 8 Agt 2023
    • account_circle redaksi
    • 0Komentar

    Rasti menambahkan bahwa proses perombakan bahan organik secara alami, khususnya residu tanaman yang mengandung proporsi lignin lebih banyak membutuhkan waktu relatif lama (3-4 bulan) untuk menjadi kompos. Sehingga menghambat penggunaan bahan organik (kompos) sebagai upaya pelestarian lahan-lahan pertanian. Apalagi jika dihadapkan dengan masa tanam yang mendesak untuk menghasilkan produksi tinggi. “Hasil olahan sampah organik berupa […]

expand_less