Bali Lepas Ekspor 3,5 Ton Salak ke China, Perkuat Daya Saing Global
- account_circle redaksi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ringkasan cepat
- Pemerintah melepas ekspor 3,5 ton salak gula pasir dari Bali ke China dengan nilai transaksi sebesar 13 ribu dolar AS.
- Pengiriman ini merupakan realisasi dari kesepakatan bisnis ekspor salak senilai 2 juta dolar AS yang disepakati dalam misi dagang di Shanghai.
- Data menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada volume ekspor salak Indonesia ke China sepanjang semester pertama tahun 2026.
Momentum Pertumbuhan Ekspor Hortikultura
Peningkatan volume pengiriman salak dari Bali ke China mencerminkan tren positif dalam sektor pertanian Indonesia. Berdasarkan data yang tercatat, ekspor salak Indonesia ke China mengalami lonjakan yang cukup tajam selama periode Januari hingga Juni 2026 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini tidak terlepas dari kualitas produk lokal yang semakin diakui di pasar internasional serta dukungan pemerintah dalam memfasilitasi rantai pasok dari tingkat daerah hingga ke luar negeri.
Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan terus mendorong agar setiap kesepakatan dagang yang telah ditandatangani dapat segera diimplementasikan secara nyata. Keberhasilan PT Bali Organik Subak dalam menembus pasar China menjadi bukti bahwa produk hortikultura Indonesia memiliki standar kualitas yang mampu bersaing di tingkat global. Hal ini diharapkan dapat memicu semangat bagi pelaku usaha lainnya untuk terus meningkatkan standar produksi dan memperluas jangkauan pasar ekspor ke berbagai negara tujuan lainnya di masa depan.
- Penulis: redaksi





Saat ini belum ada komentar