Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pangan » Revolusi Hijau untuk Menjaga Ketahanan Pangan

Revolusi Hijau untuk Menjaga Ketahanan Pangan

  • account_circle Saiful Rachman
  • calendar_month Selasa, 14 Feb 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Revolusi Hijau ini adalah sebuah sebutan tidak resmi yang digunakan untuk menggambarkan perubahan fundamental dalam sebuah penggunaan teknologi budidaya pertanian yang telah dimulai sekitar tahun 1950 hingga 1980 di banyak negara berkembang, terutama di Asia.

Revolusi Hijau ini juga merupakan sebuah usaha dalam mengembangkan sebuah teknolosi pertanian yang bertujuan untuk dapat meningkatkan produksi pangan.

Revolusi ini artinya dengan kata lain adalah untuk mengubah pertanian yang sebelumnya dengan menggunakan teknologi tradisional, menjadi pertanian dengan teknologi modern.

Thomas Robert Malthus juga menyatakan bahwa revolusi hijau ini dapat terjadi karena semakin meningkatnya jumlah penduduk yang ada di dunia. Namun, kondisi tersebut tidak diiringi dengan adanya peningkatan jumlah produksi pangan.

Lahirnya revolusi ini dilatarbelakangi oleh beragam kondisi global pada masa itu, yaitu:

  1. Hancurnya lahan pertanian akibat adanya Perang Dunia I dan Perang Dunia II.
  2. Laju pertambahan penduduk yang semakin meningkat drastis, sehingga kebutuhan pangan juga semakin bertambah.
  3. Banyaknya lahan kosong yang masih belum dimanfaatkan dengan baik.
  4. Upaya dalam peningkatan produksi pertanian.

Sementara itu, untuk di Indonesia sendiri revolusi hijau ini sudah mulai diupayakan di zaman orde baru pada program pembangunan.

  • Penulis: Saiful Rachman

Komentar (2)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Manfaat Mengkonsumsi Belut untuk Tubuh!!

      Budidaya Belut dengan Mudah, Berikut Caranya !

      • calendar_month Sabtu, 16 Sep 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 2Komentar

      Budidaya belut telah menjadi kegiatan yang populer di kalangan petani dan peternak di banyak negara. Belut adalah jenis ikan air tawar yang memiliki permintaan yang tinggi di pasar. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan beberapa langkah mudah untuk memulai budidaya belut. 1.Persiapan Kolam atau Wadah Budidaya Langkah pertama dalam budidaya belut adalah menyiapkan wadah atau […]

    • Sharing Sucsess Story, 3 Wirausaha Muda Pertanian Pikat Millenial di Jatim

      Sharing Sucsess Story, 3 Wirausaha Muda Pertanian Pikat Millenial di Jatim

      • calendar_month Sabtu, 24 Sep 2022
      • account_circle redaksi
      • 0Komentar

      JAWA TIMUR – Permasalahan regenerasi petani di Indonesia bertahap mulai bisa teratasi. Pelan namun pasti Kementerian Pertanian (Kementan) terus meningkatkan minat generasi muda untuk menekuni sektor pertanian. Mulai dari pendidikan vokasi, pelatihan vokasi, penumbuhan wirausaha muda Pertanian (PWMP), Kostratani, DPM/DPA hingga Youth Enterpreneurship And Employment Support Services (YESS) menjadi program andalan Kementan untuk meningkatkan regenerasi […]

    • 5 Tanaman Penghilang Stres yang Cocok untuk di Rumah Anda

      5 Tanaman Penghilang Stres yang Cocok untuk di Rumah Anda

      • calendar_month Rabu, 28 Feb 2024
      • account_circle Saiful Rachman
      • 2Komentar

      Stres merupakan hal yang umum dialami di era modern. Untungnya, ada cara alami untuk penghilang stres, salah satunya dengan menghadirkan tanaman di rumah. Dengan adanya tanaman ini, diharapkan dapat menjadi pelipur lara dan hiburan bagi orang tersebut. Berikut 5 tanaman yang dapat membantu Anda mengatasi stres: 1. Lavender Aroma lavender yang harum dan menenangkan dikenal […]

    • pangan

      Hadapi El Nino, Penyuluh Pertanian Dukung Ketersediaan Pangan Nasional Melalui Diversifikasi Pangan

      • calendar_month Selasa, 5 Sep 2023
      • account_circle redaksi
      • 0Komentar

      BOGOR – Kementerian Pertanian (Kementan) telah melakukan langkah-langkah strategis untuk ketersediaan pangan nasional, walaupun tengah dilanda El Nino. Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) selalu mengatakan bahwa penyuluh adalah garda terdepan pembangunan pertanian. Mentan Syahrul juga mengajak semua pihak untuk melawan tindakan alih fungsi lahan pertanian menjadi non pertanian dan peruntukan lainya yang menghilangkan […]

    • Tingkatkan Produktivitas

      Tingkatkan Produktivitas, Kementan Optimalkan Lahan Rawa dan Pompanisasi

      • calendar_month Selasa, 26 Mar 2024
      • account_circle redaksi
      • 2Komentar

      GOWA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga stabilitas beras nasional dan memperkokoh ketersediaan pangan di Indonesia. Saat ini, dibawah garis komando Andi Amran Sulaiman, Kementerian Pertanian tengah fokus meningkatkan produksi beras nasional melalui upaya optimalisasi lahan rawa dan perluasan areal tanam (PAT) melalui sistem pompanisasi. Optimasi lahan rawa dan pompanisasi ini […]

    • Daftar hewan ternak sebagai penyumbang atau yang paling berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca, ada sapi, domba, kambing, babi dan ayam.

      Hewan Ternak Teratas Penyumbang Emisi Gas Rumah Kaca, Ini Peran dan Dampaknya dalam Perubahan Iklim

      • calendar_month Kamis, 31 Agt 2023
      • account_circle Saiful Rachman
      • 3Komentar

      Inilah empat hewan ternak penyumbang emisi gas rumah kaca. Sektor peternakan memiliki peran krusial dalam menyediakan pasokan pangan dan membantu perekonomian. Meskipun demikian, dampak peternakan pada emisi gas rumah kaca turut memberikan kontribusi pada perubahan iklim global yang semakin mengkhawatirkan. Ternyata, beberapa hewan ternak seperti sapi dan kambing merupakan penyumbang utama emisi gas rumah kaca. […]

    expand_less